Sekolah Ramah Anak Dalam Teori Belajar Humanistik Perspektif Psikologi Pendidikan Islam

  • Sasmita R
  • Wantini W
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Akhir-akhir ini, anak-anak sering menjadi korban kekerasan di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak sehingga potensi yang terdapat dalam diri anak dapat dikembangkan. Selain itu, guru yang menggunakan slogan sekolah ramah anak nyatanya belum mengimplementasikan sekolah ramah anak. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru dengan gaya belajar, metode strategi, model yang sesuai dengan potensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sekolah ramah anak dalam perspektif teori belajar humanistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan library research. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara konsep sekolah ramah anak dengan teori belajar humanistik. Hal ini berdasarkan hasil dari kesamaan antara konsep sekolah ramah anak dengan teori belajar humanistik yang menitikberatkan pada pengembangan potensi siswa dan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kedua konsep ini sama-sama menitikberatkan pada memanusiakan manusia dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang ramah anak sehingga dapat mengoptimalkan potensi siswa.Kata kunci: sekolah ramah anak, teori belajar humanistik

Cite

CITATION STYLE

APA

Sasmita, R., & Wantini, W. (2023). Sekolah Ramah Anak Dalam Teori Belajar Humanistik Perspektif Psikologi Pendidikan Islam. FOUNDASIA, 14(1), 1–13. https://doi.org/10.21831/foundasia.v14i1.57680

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free