Analisis Model P-Proses Dalam Komunikasi Pedagang Kaki Lima Pada Program Relokasi

  • Bevani F
  • Poerana A
  • Arindawati W
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hadirnya pedagang kaki lima (PKL) di ruang publik kerap menimbulkan konflik antara kebutuhan tata ruang kota dan kepentingan ekonomi sektor informal. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Diskopdagperin dalam program relokasi PKL di Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, menggunakan model P-Proses. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Diskopdagperin dalam program relokasi PKL di Jalan Siliwangi Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Model P-Proses meliputi lima tahap: riset dan analisa, desain strategis, pengembangan dan uji coba, implementasi dan monitoring, serta evaluasi dan perencanaan ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan relokasi dipengaruhi oleh komunikasi yang partisipatif dan dialogis. Keterlibatan PKL dan Ketua Paguyuban menjadi faktor penting, serta komunikasi interpersonal yang informal meningkatkan kepercayaan antara pemerintah dan PKL. Meskipun program relokasi dinilai berhasil, masih ada beberapa catatan perbaikan pasca relokasi, terutama terkait pendapatan, pemberdayaan berkelanjutan, dan fasilitas. Temuan ini menegaskan bahwa model P-Proses efektif digunakan sebagai strategi komunikasi dalam pengelolaan ekonomi sektor informal yang adaptif terhadap konteks lokal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bevani, F. N., Poerana, A. F., & Arindawati, W. A. (2025). Analisis Model P-Proses Dalam Komunikasi Pedagang Kaki Lima Pada Program Relokasi. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 11(1), 52–66. https://doi.org/10.32509/dinamika.v11i1.5329

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free