Analisis Kelayakan Usaha Sayuran Selada (Lactuca Sativa, L) Hidroponik di PT XX Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung

  • Kusmaria K
  • Fitri A
  • Sudiyo S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Komoditas hortikultura (sayuran dan buah) merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk diusahakan dan dapat menjadi alternatif pendapatan bagi pengusaha agribisnis, mengingat gaya hidup masyarakat masa kini yang semakin condong pada gaya hidup sehat dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Terlebih lagi saat ini bercocok tanam sayuran dapat diaplikasikan melalui pekarangan terbatas secara hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kelayakan usaha sayuran selada hidroponik di PT. XX, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan di PT. XX pada bulan Agustus tahun 2021, jenis data yang digunakan adalah data time series yaitu data perusahaan beroperasi pada dua tahun terakhir, dan metode pengambilan data adalah dengan wawancara, observasi, studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengukur aspek-aspek kelayakan yang mencakup NPV, IRR, Net B/C / BEP dan Payback Period. Hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan NPV pada PT. XX bernilai positif sebesar Rp 648.421.649,95, nilai IRR sebesar 34%, Net B/C menunjukkan angka 1,27, BEP 4 tahun 10 bulan 19 hari, dan PBP 2 tahun 2 bulan 6 hari. Dari hasil perhitungan ini dapat disimpulkan bahwa usaha sayuran hidroponik di PT. XX layak untuk dijalankan.Horticultural commodities (vegetables and fruit) are one of the commodities that have the potential to be cultivated and can be an alternative income for agribusiness entrepreneurs, considering the lifestyle of today's people who are increasingly inclined to a healthy lifestyle by consuming lots of fruits and vegetables. Moreover, currently growing vegetables can be applied through a limited garden hydroponically. This study aims to see the feasibility of hydroponic vegetable business at PT. XX, Tanggamus Regency, Lampung Province. The research was conducted at PT. XX in August 2021, the type of data used is time series data, namely company data operating in the last two years, and the data collection method is by interview (survey). Data analysis was carried out by measuring feasibility aspects which included NPV, IRR, Net B/C/BEP and Payback Period. The results of the analysis show that the calculation of NPV at PT. XX has a positive value of Rp. 648,421,649.95, the IRR value is 34%, Net B/C shows the number 1.27, BEP 4 years 10 months 19 days, and PBP 2 years 2 months 6 days. From the results of these calculations it can be concluded that the hydroponic vegetable business at PT. XX is worth running.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kusmaria, K., Fitri, A., Sudiyo, S., & Anggraini, D. (2021). Analisis Kelayakan Usaha Sayuran Selada (Lactuca Sativa, L) Hidroponik di PT XX Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 2(1), 85–90. https://doi.org/10.35706/agrimanex.v2i1.6083

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free