POLITIK KEKUASAAN DALAM GEREJA: PERSPEKTIF TEOLOGIS ATAS DAMPAKNYA TERHADAP KEPEMIMPINAN JEMAAT

  • Kumowal R
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Politik kekuasaan dalam gereja merupakan fenomena yang dapat memengaruhi kepemimpinan jemaat secara signifikan. Persaingan tidak sehat, kampanye negatif, serta manipulasi dalam pemilihan pemimpin gereja sering kali menimbulkan perpecahan jemaat, menurunnya efektivitas pelayanan, dan hilangnya kepercayaan terhadap otoritas gerejawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena politik kekuasaan dalam gereja dari perspektif teologi Kristen serta menelaah dampaknya terhadap kepemimpinan jemaat. Dengan menggunakan metode analisis teologis dan kajian pustaka, penelitian ini menyoroti bagaimana prinsip kepemimpinan Kristiani, seperti kepemimpinan sebagai pelayanan (Matius 20:25-28) dan penghindaran ambisi egois (Filipi 2:3-4), dapat menjadi solusi dalam mengatasi dinamika politik kekuasaan dalam gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip kepemimpinan yang sehat, transparansi dalam pemilihan pemimpin, serta peran aktif gembala sidang dalam menjaga integritas kepemimpinan merupakan langkah-langkah penting dalam membangun gereja yang harmonis dan berorientasi pada pelayanan. Oleh karena itu, gereja perlu menegakkan nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan kasih dan kebenaran untuk menciptakan komunitas yang stabil dan bertumbuh secara spiritual.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kumowal, R. L. (2025). POLITIK KEKUASAAN DALAM GEREJA: PERSPEKTIF TEOLOGIS ATAS DAMPAKNYA TERHADAP KEPEMIMPINAN JEMAAT. ORTHOTOMEO : Jurnal Penelitian Ilmiah, 2(1, April), 52–73. https://doi.org/10.71304/d7mfh172

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free