Mitologi Naskh Intra Quranic (Studi Atas Q.S. Al-Baqarah Ayat 106 Aplikasi Teori Semiologi Roland Barthes)

  • Iman F
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini mencoba mengurai polemik tentang naskh dalam Alquran atau naskh intra Quranic. Dengan mengikuti cara baca yang ditawarkan Roland Barthes yakni melalui pembacaan atas sistem linguistik dan mitologi dapat dikatakan bahwa pada tataran sistem linguistik penanda atas term naskh adalah pembatalan dengan menandai adanya mansukh dan menjadi tanda akan adanya sesuatu yang baru yang lebih baik. Sementara pada tataran sistem mitologi dengan tanda pada sistem linguistik sebabgai penanda menandai tidak adanya ayat yang bertentang antara satu dengan yang lain dalam Alquran. Dalam pada itu term naskh pada tataran sistem mitologi menjadi tanda bahwa Alquran adalah kitab shalih li kulli zaman wa makan. Adapun sebagai tipe wicaranya dengan meniscayakan bahwa terdapat relasi antara wahyu konteks sosio-historis masyarakat arab pada saat itu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Iman, F. N. (2019). Mitologi Naskh Intra Quranic (Studi Atas Q.S. Al-Baqarah Ayat 106 Aplikasi Teori Semiologi Roland Barthes). Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara, 4(2), 27–50. https://doi.org/10.32495/nun.v4i2.66

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free