Abstract
A. Analisis Data Tanah Dasar dan Timbunan Data tanah diketahui pada STA 7+975 dan STA 10+525, sehingga untuk mengetahui jenis tanah pada STA 9+550 s/d STA 9+850 perlu dibuat stratigrafi berdasarkan konsistensi tanah dasar hasil korelasi nilai N-SPT [1]. Hasil stratigrafi tanah dasar pada Gambar 2 menunjukkan kedalaman tanah lunak pada STA 9+550 s/d STA 9+850 adalah 24 m. Setelah diketahui konsistensi tanah dasar berdasarkan stratigrafi pada Gambar 2, kemudian dilakukan korelasi nilai parameter untuk mendapat parameter tanah dasar pada STA yang ditinjau. Nilai parameter tanah dasar diketahui pada STA 7+975 terdapat lapisan tanah pasir dan pada STA 10+525 seluruh lapisan tanahnya bersifat lempung. Berdasarkan Gambar 4 diketahui bahwa tanah dasar pada STA 9+550 s/d STA 9+850 seluruhnya bersifat lempung, sehingga digunakan nilai parameter pada STA 7+975 dan hasil korelasi nilai parameter dapat dilihat pada Tabel 1. Terdapat 13 STA ditinjau dengan ketinggian timbunan yang berbeda-beda seperti ditunjukkan pada Gambar 4. Oleh karena itu, perhitungan dilakukan dengan menggunakan tinggi timbunan acuan 5 m, 6 m, 7 m, 8 m, dan 9 m. Kemudian untuk menentukan perencanaan pada tinggi timbunan tertentu dilakukan interpolasi. Gambar 4. Tinggi Timbunan dan Lapisan Tanah Lunak pada STA 9+550 s/d STA 9+850.
Cite
CITATION STYLE
Aswanda, S. S. K., Suwarno, S., & Sari, P. T. K. (2021). Perencanaan Timbunan dan Perbaikan Tanah Dasar pada Proyek Jalan Tol Balikpapan - Samarinda STA 9+550 s/d STA 9+850. Jurnal Teknik ITS, 9(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v9i2.54285
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.