Abstract
Dusun Mendiro merupakan dusun kecil yang berada di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Masyarakat di Dusun Mendiro memiliki pengetahuan terkait pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, bagian organ tumbuhan, cara pengolahan, dan kategori pemanfaatan tumbuhan liar di Dusun Mendiro, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Penelitian ini dilakukan pada bulan MaretMei 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pendekatan etnobotani melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil penelitian ini menemukan 43 jenis spesies tumbuhan liar yang digunakan sebagai tumbuhan pangan dan dikategorikan ke dalam 26 famili. Famili yang paling banyak digunakan adalah Asteraceae, Lamiaceae, dan Poaceae. Bagian tumbuhan yang banyak digunakan adalah daun dan buah. Pemanfaatan tumbuhan liar dilakukan dengan cara dikonsumsi langsung dan dengan diolah terlebih dahulu. Tumbuhan liar ditemukan di beberapa tempat, yaitu di hutan, ladang, pekarangan, dan pinggir jalan. Frekuensi sitasi tertinggi dalam penelitian ini mencapai 100% untuk pegagan (Centella asiatica), jelateng (Toxicodendron radicans), basil (Ocymum basilicum), simbukan (Paederia foetida), bayam banci (Amaranthus tricolor), daun mint (Mentha piperita Linn), mbotem (Colocasia esculenta), suweg (Morphophallus campanulatus), dan kenikir (Cosmos caudatus Kunth).
Cite
CITATION STYLE
Sholichah, L., & Alfidhdhoh, D. (2020). Ethnobotany of the Wild Plant as a Food Crop in Mendiro Village, Wonosalam District, Jombang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(1), 111–117. https://doi.org/10.18343/jipi.25.1.111
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.