Rekonstruksi Sadar Zakat dalam Membangun Kesalehan Sosial

  • Ahmad As’at Patilima
  • Sri Dewi Yusuf
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar problem paradigmatik yang muncul dan mengakar pada mindset kaum mukmin, yang cenderung memisahkan antara ibadah mahdah dan ibadah muamalat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teologis Antrophosentris. Zakat merupakan salah satu dari lima pilar agama, oleh masyarakat kita cenderung dikategorikan sebagai ibadah yang sakral serta tertutup dari inovasi dan perubahan-perubahan. Layaknya shalat, puasa dan haji, zakat juga diberlakukan demikian, dimana zakat hanya dimaknai sebatas perintah teologis, yang kemudian menggerus makna dari zakat yang tidak implikatif terhadap kesadaran filantropi. Zakat merupakan ibadah yang berdimensi ganda, meliputi dimensi mahdah dan juga muamalat. Rekonstruksi sadar zakat dengan mengembalikan khittah zakat sebagai ibadah yang mencakup dimensi mahdah dan muamalat, maka zakat tidak boleh dimaknai terpisah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ahmad As’at Patilima, & Sri Dewi Yusuf. (2023). Rekonstruksi Sadar Zakat dalam Membangun Kesalehan Sosial. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 2(1), 20–29. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v2i1.876

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free