Abstract
ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan persentase tingkat minat belajar mata kuliah matematika mahasiswa semester 3 PGSD STKIP Kristen Wamena. Penelitian ini dilakukan karena melihat rendahnya nilai mahasiswa pada mata kuliah matematika bahkan kurangnya pemahaman/penguasaan konsep dasar hitung matematika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan tingkat minat belajar mahasiswa semester 3 PGSD. Menurut sugiyono dalam (Friantini & Winata, 2019) metode penentuan sampel jenuh atau total sampling adalah Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa semester 3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Kristen Wamena. Jumlah mahasiswa semester 3 yaitu 15 mahasiswa terdiri dari 7 mahasiswa laki-laki dan 8 mahasiswa perempuan. Teknk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket minat belajar yang terdiri dari 4 indikator dan 25 item pernyataan. Berdasarkan hasil analisis data angket minat belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika, dapat dideskripsikan bahwa, 1) Perasaan Senang dengan persentase 75% dan interpretasi tinggi. 2) Ketertarikan mahasiswa dengan persentase 78,6% dan interpetasi tinggi.3) Perhatian dengan persentase 64,6% dan interpretasi sedang. 4) Keterlibatan dengan persentase 63,8% dan interpretasi sedang. Adapun deskripsi angket secara keseluruhan yaitu Minat belajar mahasiwa pada mata kuliah matematika dengan persentase 69,2% dan interpretasi sedang. Kesimpulan hasil penelitian yaitu minat belajar mahasiswa sangat menentukan keberhasilan mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar matematika di perguruan tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Papendang, J. T. (2025). Analisis Deskriptif Minat Belajar Mata Kuliah Matematika Mahasiswa Semester 3 Program Studi PGSD STKIP Kristen Wamena. Pedagog Jurnal Ilmiah, 3(1), 51–60. https://doi.org/10.71387/pji.v3i1.106
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.