PENDAMPINGAN PERENCANAAN MASTERPLAN KAWASAN PONDOK PESANTREN BAIRUHA DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF

  • Jordan N
  • Ririhena M
  • Rahman A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Pondok Pesantren Bairuha di Balikpapan memiliki lahan seluas 3,4 hektar dengan fasilitas seperti kelas, asrama, lapangan, dan masjid yang menampung 500 santri. Peningkatan jumlah santri menyebabkan keterbatasan fasilitas, termasuk kurangnya ruang terbuka hijau. Pengelola pondok pesantren mengevaluasi masterplan pengembangan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dengan acuan capaian yang masih berjalan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya melakukan pendampingan penyusunan masterplan pondok pesantren untuk dokumen acuan pembangunan di masa yang akan datang. Metode kegiatan mencakup diskusi kebutuhan, analisis tapak, dan penyusunan masterplan untuk visualisasi data. Tujuannya mengidentifikasi prioritas, potensi, dan masalah tapak. Dalam rencana pembangunan taman, pemilihan elemen lanskap digunakan sebagai metodologi untuk menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, dilanjutkan dengan praktik langsung pembangunan. Pondok pesantren berperan sebagai mitra kegiatan dengan memberikan kontribusi in kind, termasuk dalam penentuan prioritas fasilitas yang akan dibangun. Selain itu, pondok pesantren juga bertindak sebagai pengawas dalam keseluruhan proses kegiatan. Hal ini memastikan bahwa pembangunan taman sesuai dengan kebutuhan dan visi pesantren. Dengan demikian, kolaborasi ini mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik dan fungsional bagi santri dan pengguna lainnya. Pendampingan penyusunan masterplan Pondok Pesantren Bairuha bertujuan mengatasi keterbatasan fasilitas akibat peningkatan santri dengan mengidentifikasi prioritas pengembangan lingkungan yang fungsional dan berkelanjutan. Sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan potensi Pondok Pesantren sebagai wisata edukasi religi melalui masterplan, taman, dan buku panduan.Pondok Pesantren Bairuha di Balikpapan memiliki lahan seluas 3,4 hektar dengan fasilitas seperti kelas, asrama, lapangan, dan masjid yang menampung 500 santri. Peningkatan jumlah santri menyebabkan keterbatasan fasilitas, termasuk kurangnya ruang terbuka hijau. Pengelola pondok pesantren mengevaluasi masterplan pengembangan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dengan acuan capaian yang masih berjalan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya melakukan pendampingan penyusunan masterplan pondok pesantren untuk dokumen acuan pembangunan di masa yang akan datang. Metode kegiatan mencakup diskusi kebutuhan, analisis tapak, dan penyusunan masterplan untuk visualisasi data. Tujuannya mengidentifikasi prioritas, potensi, dan masalah tapak. Dalam rencana pembangunan taman, pemilihan elemen lanskap digunakan sebagai metodologi untuk menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, dilanjutkan dengan praktik langsung pembangunan. Pondok pesantren berperan sebagai mitra kegiatan dengan memberikan kontribusi in kind, termasuk dalam penentuan prioritas fasilitas yang akan dibangun. Selain itu, pondok pesantren juga bertindak sebagai pengawas dalam keseluruhan proses kegiatan. Hal ini memastikan bahwa pembangunan taman sesuai dengan kebutuhan dan visi pesantren. Dengan demikian, kolaborasi ini mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik dan fungsional bagi santri dan pengguna lainnya. Pendampingan penyusunan masterplan Pondok Pesantren Bairuha bertujuan mengatasi keterbatasan fasilitas akibat peningkatan santri dengan mengidentifikasi prioritas pengembangan lingkungan yang fungsional dan berkelanjutan. Sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan potensi Pondok Pesantren sebagai wisata edukasi religi melalui masterplan, taman, dan buku panduan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jordan, N. A., Ririhena, M. A., Rahman, A. F., Hermawan, J. A., Nabila, N., Wahyudi, E., … Umar, S. A. (2025). PENDAMPINGAN PERENCANAAN MASTERPLAN KAWASAN PONDOK PESANTREN BAIRUHA DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF. Jurnal Abdi Insani, 12(3), 1220–1230. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i3.2198

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free