Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara

  • Sundari E
  • Dienaputra R
  • Nugraha A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Subjek penelitian ini adalah upacara adat Bapelas. Objek pembahasannya tentang pembacaansimbol-simbol kekuasaan di upacara adat Bapelas. Pembacaan simbol dilakukan dalam bentukreduplikasi dan pengamatan langsung struktur pelaksanaan upacara adat Bapelas. Pengkajianini dilakukan melalui pengumpulan data-data secara empiris, bersifat induktif, menggunakanmetode kualitatif dan analisis interpretatif. Reduplikasi upacara adat Bapelas merupakanpengulangan upacara ritual-sakral warisan leluhur secara turun-temurun dari tahun ke tahun.Upacara adat Bapelas menyimpan banyak simbol-simbol yang mencerminkan kekuasaansultan sebagai pemegang kekuasaan di Kerajaan Kutai. Namun sultan sendiri tidak memegangkekuasaan dan wewenang di masa pemerintahan Republik Indonesia. Kekuasaan dalampenelitian ini, hanya sebatas kekuasaan sultan sebagai pemegang kekuasaan adat di kerajaan.Kekuasaan dan wewenang hanya sebagai simbol legitimasi atau pengakuan bahwa KerajaanKutai Kartanegara sampai saat ini masih berdiri. Pemerintah Indonesia menjadikan Kerajaanini sebagai warisan budaya (kearifan lokal) dan pariwisata bagi kemajuan ekonomi, sosial, danpolitik Kutai Kartanegara .Kata Kunci: Bapelas, simbol, kekuasaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sundari, E., Dienaputra, R. D., Nugraha, A., & Yuliawati, S. (2021). Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Panggung, 31(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v31i3.1679

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free