Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi representasi dan dilema etika komunikasi privasi dalam film Korea "Unlocked," yang populer di platform streaming Netflix. Dalam cerita yang intens dan menegangkan, film ini mengisahkan Lee Na Mi, seorang pekerja kantor biasa,yang kehilangan ponselnya dan harus berhadapan dengan konsekuensi serius ketika ponselnya diretas oleh Oh Jun Yeong, seorang peretas psikopat. Pendekatan penelitian menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes dan analisis konten untuk mengidentifikasi elemen-elemen semiotik dalam film yang berkaitan dengan etika komunikasi privasi, melalui 3 tahapan yaitu denotasi, konotasi dan Mitos. Peneliti mengumpulkan 9 adegan dari film ini yang menggambarkan pelanggaran Komunikasi Privasi. Hasil penelitian mengungkap bagaimana film ini menggunakan tanda-tanda visual, dialog, dan narasi untuk menyampaikan pesan-pesan kompleks tentang hak privasi individu dalam era digital yang semakin canggih. Ditemukan 6 poin pelanggaran privasi, yaitu: 1). penyerahan sandi pengguna ponsel pribadi dengan alasan kebutuhan perbaikan ponsel, 2). pemasangan kamera dan aplikasi ilegal pada ponsel tanpa izin yang digunakan untuk menguntit aktivitas keseharian 3). peretasan data pribadi mulai dari kode pengaman pintu rumah, PIN ATM hingga sandi media, 4). memasuki rumah korban peretasan tanpa izin 5). Mengambil uang dari ATM orang lain tanpa izin, 6). berpura-pura menjadi orang lain dan melakukan provokasi dengan mengunggah informasi palsu.
Cite
CITATION STYLE
Mulzakir, Syafruddin Pohan, Al Hafizh M, & Eliza Dwi Anggraeni. (2024). PROBLEMATIKA ETIKA KOMUNIKASI PRIVASI PADA FILM “UNLOCKED” TAHUN 2023. NIVEDANA : Jurnal Komunikasi Dan Bahasa, 5(2), 195–206. https://doi.org/10.53565/nivedana.v5i2.970
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.