Loneliness dan Internalizing Problems Remaja

  • Sabrina K
  • Syakarofath N
  • Karmiyati D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
225Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Loneliness yaitu keadaan seseorang yang menginginkan kehadiran orang lain tetapi tidak terpenuhi. Remaja yang memiliki perasaan kesepian yang berkepanjangan dan tidak diatasi maka akan semakin besar remaja melakukan gejala Internalizing problems. Internalizing problems adalah sebuah penghayatan seseorang dalam menghadapi masalah ke dalam diri secara berlebihan. Sehingga terjadi gejala depresi, kecemasan, penarikan sosial terhadap seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan loneliness dan internalizing problems pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan teknik simple random sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 616 orang. Kriteria penelitian ini adalah remaja berusia 15-18 tahun dan berdomisili di Jawa Timur. Skala yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Strength & Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Loneliness dan Internalizing Problems ditandai dengan nilai r = 0,618, p = 0,000, yang berarti semakin tinggi tingkat Loneliness pada seseorang maka semakin tinggi pula tingkat Internalizing Problems yang dimilikinya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sabrina, K. N., Syakarofath, N. A., Karmiyati, D., & Widyasari, D. C. (2022). Loneliness dan Internalizing Problems Remaja. Psychopolytan : Jurnal Psikologi, 5(2), 142–149. https://doi.org/10.36341/psi.v5i2.2337

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free