Abstract
Salah satu perhatian SDGs pada sektor kesehatan terdapat pada tujuan. meningkatkan gizi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi balita gizi buruk sebesar 5,7 persen dan kekurangan gizi 13,9 persen. Langkah awal yang paling penting untuk dilakukan adalah pemenuhan gizi pada anak sejak dini, bahkan saat masih di dalam kandungan atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ibu memegang peranan yang sangat penting dimana perilaku pemenuhan gizi yang baik dapat meningkatkan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi pada anak 1000 hari pertama kehidupan dengan status gizi Balita di Desa Sitanggal Kabupaten Brebes.Penelitian ini dilakukan menggunakan deskriptif korelasi kepada 51 responden Ibu balita 0-3 tahun dengan membagikan kuesioner dan status gizi diukur dengan menimbang dan melihat dengan KMS. Hasil penelitian menunjukkan ibu sebagian besar mempunyai perilaku yang kurang yaitu 51,0%, sedangkan status gizi anak sebagian besar anak memiliki status gizi kurang yaitu 49,0 %. Berdasarkan hasil Uji statistik dengan chi square diperoleh p=0,003
Cite
CITATION STYLE
Mubasyiroh, L., & Aya, Z. C. (2018). Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Pada Anak 1000 Hari Pertama Kehidupan/ Golden Period Dengan Status Gizi Balita di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun 2018. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 9(1), 18–27. https://doi.org/10.34305/jikbh.v9i1.58
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.