Abstract
Penciptaan fotografi seni ini bertujuan memberikan gambaran keadaan seseorang yang mengalami trauma akibat pelecehan seksual sehingga dapat memberikan sudut pandang baru kepada masyarakat luas agar lebih peka dengan pelecehan seksual yang mungkin terjadi dalam lingkungan terdekatnya. Pelecehan seksual adalah perilaku atau perhatian yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki yang berakibat mengganggu korbannya berakibat gangguan stres pasca-trauma. Hal tersebut dapat dibantu dengan menggunakan pendekatan psikologis imaginal exposure untuk menyembuhkan trauma dengan mencoba mengingat kembali kejadian tersebut sedetail mungkin agar terbiasa dan dapat memvalidasi perasaan dan emosional korban. Metode penciptaan ini dilakukan dengan observasi terhadap korban melalui kuisioner dan wawancara. Visualisasi dalam penciptaan ini berupa karya fotografi seni yang menampilkan hasil eksplorasi dan eksperimentasi dari kejadian dan dampak korban pelecehan seksual. Karya fotografi seni ini menggunakan pendekatan teori semiotika simbol dari perspektif Saussure yang melekat dengan suatu kejadian dan pengalaman memiliki pengaruh emosional bagi kita maupun orang lain. Karya disajikan menggunakan teknik mixed media dengan merespons cerita pada setiap karya fotografi. Hasil penciptaan karya fotografi seni mengenai ini memvisualisasikan kejadian dan dampak pelecehan seksual yang dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikan oleh korban. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih mengerti dan memahami sehingga dapat memberikan ruang aman bagi korban pelecehan seksual.
Cite
CITATION STYLE
Rahmadiani, A. (2024). SIMBOLISME KEJADIAN DAN DAMPAK PELECEHAN SEKSUAL MELALUI FOTOGRAFI EKSPRESI. Specta, 8(2), 135–146. https://doi.org/10.24821/specta.v8i2.7723
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.