Abstract
Masalah duplikat data imunisasi sering terjadi karena sistem yang ada tidak memiliki validasi yang memadai. Hal ini menyebabkan imunisasi data anak dapat dimasukkan lebih dari sekali, baik karena kesalahan memasukkan informasi atau ketidaksesuaian pada data yang ada di berbagai program atau jaringan. Selain itu, penggunaan sistem yang terpisah untuk merekapitulasi data imunisasi anak juga menyebabkan terjadinya duplikat data. Dalam rangka mengatasi masalah ini, diperlukan sistem yang mampu mendeteksi adanya duplikasi imunisasi data. Metode Agile Development bertujuan digunakan untuk merancang dan mengembangkan sistem ini secara repetitif dan berkelanjutan. Metode Agile Development memungkinkan pengembang untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama proses pengembangan dan mendapatkan umpan balik dari pengguna. Dalam penerapan metode Agile Development, dilakukan analisis kebutuhan pengguna yang melibatkan ahli medis, petugas imunisasi, dan sistem pengguna. Kemudian dilakukan perancangan sistem yang mencakup validasi data imunisasi dengan menggunakan aturan yang telah ditetapkan. Sistem juga dilengkapi dengan fitur pelaporan yang akurat dan menyediakan pencegahan duplikasi data. Hasil penerapan metode ini adalah adanya sistem informasi yang mampu mendeteksi duplikasi data imunisasi agar laporan data imunisasi menjadi lebih akurat. Pengguna dapat dengan mudah memasukkan informasi data imunisasi anak dan sistem akan memberikan umpan balik jika terdapat duplikat data. Hal ini meningkatkan efisiensi dan keakuratan laporan imunisasi anak, serta mengurangi kesalahan dan duplikasi data yang tidak diinginkan.The problem of duplicate immunization data often occurs because existing systems do not have adequate validation. This causes child immunization data to be entered more than once, either due to errors in entering information or discrepancies in existing data in various programs or networks. In addition, the use of separate systems to recapitulate child immunization data also causes duplicate data. In order to overcome this problem, a system is needed that is able to detect duplicate immunization data. The Agile Development method aims to be used to design and develop this system repetitively and continuously. The Agile Development method allows developers to adapt to changes that occur during the development process and get feedback from users. In applying the Agile Development method, a user needs analysis is carried out involving medical experts, immunization officers, and user systems. Then a system design is carried out which includes validation of immunization data using predetermined rules. The system is also equipped with accurate reporting features and provides data duplication prevention. The result of applying this method is an information system that is able to detect duplication of immunization data so that immunization data reports become more accurate. Users can easily enter child immunization data information and the system will provide feedback if there is duplicate data. This increases the efficiency and accuracy of child immunization reports, and reduces errors and unwanted data duplication.
Cite
CITATION STYLE
Monika, N. A., Syahidin, Y., & Suryani, A. I. (2024). Perancangan Perancangan Sistem Informasi dalam Merekapitulasi Imunisasi Anak Menggunakan Microsoft Visual Studio dengan Metode Agile Development. Jurnal Teknologi Sistem Informasi Dan Aplikasi, 7(2), 588–599. https://doi.org/10.32493/jtsi.v7i2.38676
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.