Implementasi Self-Efficacy dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Kimia di Abad 21

  • Nuraeni S
  • Feronika T
  • Yunita L
N/ACitations
Citations of this article
517Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkembangan Abad ke-21 memberikan perubahan total baik pada berbagai bidang, tak terlepas dunia pendidikan. Perubahan ini perlu diantisipasi dengan menguasai keterampilan abad 21 yaitu keterampilan 4C (Creativity and Innovation, Critival Thinking and Problem Solving, Communication, and Collaboration). Namun masih ditemukan sekolah yang belum menerapkan pembelajaran yang berkaitan dengan keempat keterampilan tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada aspek critical thinking dalam pembelajaran kimia. Pengembangan berpikir kritis salah satunya dipengaruhi oleh self- efficacy atau keyakinan diri yang mampu meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah (Hoffman & Schraw, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peran self-efficacy dalam kaitannya dengan berpikir kritis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode korelasional. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 63 siswa dari kelas XI MIPA di SMAN 2 Kab. Tangerang dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan dengan angket Physic Learning Self-Efficacy yang diadaptasi dari Suprapto dan Chang (2017) dan tes uraian keterampilan berpikir kritis yang diadaptasi dari Ennis (1985). Hasil memunjukkan bahwa self-efficacy memberikan sebuah hubungan yang positif dengan berpikir kritis pada pembelajaran kimia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nuraeni, S., Feronika, T., & Yunita, L. (2019). Implementasi Self-Efficacy dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Kimia di Abad 21. Jambura Journal of Educational Chemistry, 1(2), 49–56. https://doi.org/10.34312/jjec.v1i2.2553

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free