Abstract
Masalah: Pneumatic merupakan peralatan sistem yang paling sering mengalami kerusakan pada proses produksi tinplate. Dalam setahun pneumatic mengalami kerusakan sebanyak 50.37 jam. Kerusakan pneumatic berdampak pada gangguan pada proses produksi dan membutuhkan waktu perbaikan. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk menentukan besarnya konsekuensi dan risiko yang dihasilkan oleh sistem pneumatic dan mengetahui biaya unreliability dari sistem pneumatic terhadap kegagalan yang terjadi. Metodologi: Penelitian menggunakan Risk Based Maintenance (RBM) untuk menilai risiko akibat ketidakandalan pneumatic dan Cost of Unreliability (COUR) untuk menilai besar biaya yang harus ditanggung akibat ketidakandalan pneumatic. Temuan/Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan konsekuensi dan risiko yang dihasilkan oleh sistem pneumatic dengan menggunakan Risk Based Maintenance (RBM) adalah sebesar Rp 2.416.875.500.783. Biaya unreliability dari sistem pneumatic terhadap kegagalan yang terjadi dengan menggunakan perhitungan COUR, didapatkan 2 jenis biaya yaitu corrective COUR sebesar Rp 6.410.733.139.799 dan downtime COUR sebesar Rp 316.623.348.438.960. Pendekatan ini mampu menghemat biaya perawatan sebesar Rp 310.212.615.299.161 jika kegagalan peralatan yang menyebabkan berhentinya proses produksi dapat diminimalkan.
Cite
CITATION STYLE
Maharani, A., Wahyuli, I., Supriyadi, S., Nalhadi, A., & Fathurohman, F. (2022). Analisa Biaya Perawatan Sistem Pneumatic dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance dan Cost of Unreliability. Jurnal Inovasi Dan Kreativitas (JIKa), 2(1), 10–19. https://doi.org/10.30656/jika.v2i1.4722
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.