Ajaran Samin: Dari Makna Simbolik Menuju Hakikat

  • Suharyo S
  • Rokhman F
  • Yuniawan T
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sudah cukup banyak kajian tentang masyarakat Samin dengan berbagai pendekatan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna simbolik dan hakikat ajaran. Samin dengan menggunakan konsep tanda sebagaimana dikemukakan Saussure dan semantik sebagaimana dijelaskan Pateda dengan metode studi pustaka. Data diolah dengan menggunakan langkah sebagaimana ditawarkan Miles  Haberman: reduksi data, pencatatan data, dan inferensi. Hasil penelitian ini adalah (1) ajaran Samin yang termuat dalam angger-angger (pratikel, pangucap, dan lakonana) masih dipertahankan, (2) sudah mulai ditemukan perubahan sosial, (3) menggunakan bahasa ngoko dalam setiap ranah, (4) makna simbolik dari ketiga angger-angger: berbuat baik dengan sesama, tidak mengumbar hawa nafsu, jujur, satu kata dengan perbuatan, memerhatikan hak milik; karena hakikatnya hidup itu satu, selamanya, dan kematian hakikatnya hanya “ganti pakaian”, (5) makna simbolik dan hakikat pada pitutur tertentu pada masyarakat Samin  sebagai ciri pembeda dengan masyarakat di luar Samin, seperti ibu bumi, bapak angkasa, rukun(an), anak, turun, dan siji.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suharyo, S., Rokhman, F., & Yuniawan, T. (2024). Ajaran Samin: Dari Makna Simbolik Menuju Hakikat. HUMANIKA, 31(1), 105–115. https://doi.org/10.14710/humanika.v31i1.60969

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free