Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bahwasannya laki-laki juga bisa menggunakan skincare sebagai bentuk perawatan diri. Pada penelitian yang berjudul Toxic Masculinity Penggunaan Skincare Dalam Penciptaan Seni Lukis Mix Media, menjelaskan bahwasannya karya ini tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga sebuah pesan sosial yang ingin mematahkan stigma negatif terhadap pria yang peduli dengan perawatan diri mereka, seperti penggunaan skincare. Penggunaan seni lukis mix media dalam konteks ini memungkinkan pencipta untuk menggabungkan berbagai media seperti cat akrilik, cermin, masker wajah, dan beberapa media lainnya untuk menciptakan efek visual dan tekstur yang kompleks. Pendekatan ini juga memungkinkan untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam melalui penggunaan simbol, warna, dan komposisi yang dipilih. Metode penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan artistic research yang digunakan, yang menggabungkan pembuatan karya seni dengan penelitian langsung seperti magang, eksplorasi, dan wawancara dengan narasumber, memberikan kesempatan untuk mendalaminya dari perspektif yang lebih luas. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori semiotika dari Charles Sanders Pierce untuk menganalisis karya penciptaan, dimana teori tersebut menjelaskan tentang bagaimana arti dari sebuah simbol.Toxic masculinity refers to gender norms that dictate men must always be strong, should not show weakness or emotions such as sadness, and must refrain from self-care practices like skincare, which some societies perceive as feminine. This research aims to demonstrate that men can also use skincare as a form of self-care. The study employs a qualitative method with an artistic research approach, combining art creation with direct research methods such as internships, exploration, and interviews with sources, allowing for a deeper understanding from a broader perspective. In this study, the researcher uses Charles Sanders Peirce's semiotic theory to analyze the creative work, as this theory explains how meaning is derived from symbols. The use of mixed-media painting in this context enables the creator to combine various materials, such as acrylic paint, mirrors, facial masks, and other media, to produce complex visual effects and textures.
Cite
CITATION STYLE
Alfian Nugraha, A., & Akbar, B. (2024). TOXIC MASCULINITY PENGGUNAAN SKINCARE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS MIX MEDIA. Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa Dan Budaya Visual, 4(2), 31–40. https://doi.org/10.21009/qualia.42.04
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.