Karakteristik Briket Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Perekat Tepung Tapioka

  • Marali A
  • Arwin A
  • Dwimas H
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kota Balikpapan memiliki hasil limbah.produksi pangan, salah satunya yaitu limbah berbahan dasar pisang. Dimana limbah ini masih belum dimanfaatkan dengan baik dan benar. Limbah kulit pisang yang dihasilkan salah satunya yaitu kulit pisang kepok. Kulit pisang tergolong sebagai limbah biomassa, dimana biomassa memiliki kandungan yang dapat dikonversi menjadi sebuah bahan bakar alternatif. Biomassa merupakan bahan dasar bahan bakar terbarukan yaitu dimanfaatkan menjadi sebuah briket. Pembuatan briket dilakukan dengan cara sederhana yaitu dengan cara melakukan penjemuran limbah kulit pisang kepok yang telah dipilih kualitasnya dibawah sinar matahari hingga kering, kemudian dilakukan proses pembuatan arang kulit pisang dan dilakukan penghalusan arang kulit pisang kepok. Setelah proses penghalusan dilakukan penyaringan dengan menggunakan mesh 80 variasi perekat tepung tapioka 5%, 10%, dan 15%. Dimana hasil penelitian ini briket dengan nilai kalor terbaik mendekati nilai standar yaitu bernilai 4346,04 kal/g, nilai kadar air yang terendah yaitu 4,88 %, dan nilai kadar abu terendah yaitu 16,73%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembuatan briket dengan bahan baku kulit pisang kepok dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif terbarukan namun perlu dilakukan penningkatan kualitas dari briket tersebut

Cite

CITATION STYLE

APA

Marali, A. M., Arwin, A., Dwimas, H., & Yusrina, Y. Z. (2023). Karakteristik Briket Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Perekat Tepung Tapioka. Jurnal Rekayasa Mesin, 18(3), 445. https://doi.org/10.32497/jrm.v18i3.5089

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free