SUBKULTUR PESANTREN DALAM KARYA-KARYA DJAMIL SUHERMAN (TELAAH ANTROPOLOGI SASTRA)

  • Husnul Waro'i M
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan islam terbesar dan tertua di Indonesia tentunya memiliki tata aturan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakatnya dan dijaga dari waktu ke waktu. Salah satu yang mencatat dan mendokumentasikan budaya pesantren tersebut adalah sastra. Kajian ini membahas karya sastra dimana budaya pesantren tertulis. Oleh sebab itu, teori antropologi sastra dipakai sebagai alat analisis untuk mengungkap bagaimana sastra merekam budaya pesantren. Objek material penelitian ini berupa karya Djamil Suherman yaitu kumpulan cerita pendek Umi Kalsum, novel Pejuang-Pejuang Kali Pepe, novel Sakerah dan novel Sarip Tambak Oso. Data yang diperoleh berupa kata, kalimat dan frasa dalam karya lalu diolah serta diuraikan dengan menggunakan pola penggambaran deskriptif naratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya Djamil Suherman memotret subkultur pesantren yang berupa ritual tradisi, unsur-unsur etnografis atau budaya dan pandangan hidup masyarakat pesantren.

Cite

CITATION STYLE

APA

Husnul Waro’i, M. R. (2019). SUBKULTUR PESANTREN DALAM KARYA-KARYA DJAMIL SUHERMAN (TELAAH ANTROPOLOGI SASTRA). SUAR BETANG, 14(2). https://doi.org/10.26499/surbet.v14i2.140

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free