Kolaborasi Tata Laksana dan Pengendalian Tuberkulosis dan Diabetes Melitus

  • Ujainah A
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada akhir tahun 2014, diabetes mellitus (DM) diperkirakan menjadi contributor 15% kasus tuberkulosis (TB) di dunia. Ancaman kesehatan akibat TB potensial meningkat seiring dengan peningkatan angka penyandang DM.1,2 Pada penyandang DM, terdapat abnormalitas fungsi kemotaksis, fagositosis dan mikrobisidal neutrophil, penurunan jumlah dan gangguan fungsi fagositosis monosit, penurunan kemampuan sel blas untuk melakukan transformasi dan defek pada fungsi opsonik C3. Pada sistem pernapasan, disfungsi paru yang terjadi meliputi penurunan reaktivitas bronkus terhadap pathogen, penurunan volume paru, kapasitas difusi, terbentuknya plak mukus pada saluran napas dan penurunan respon terhadap hipoksemia. Disfungsi imunitas dan paru pada penyandang DM inilah yang turut berkontribusi pada tingginya kejadian dan buruknya luaran penyandang DM dan TB.3,4 Tidak hanya itu, angka relaps dan kematian pasien TB denganDM juga lebih tinggi dibandingkan pasien TB tanpa DM.1,2

Cite

CITATION STYLE

APA

Ujainah, A. (2018). Kolaborasi Tata Laksana dan Pengendalian Tuberkulosis dan Diabetes Melitus. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2(1), 1. https://doi.org/10.7454/jpdi.v2i1.58

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free