Pemetaan Cepat Kawasan Terdampak Bencana Longsor dan Banjir di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali

  • Wulan T
  • Ambarwulan W
  • Putra A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Teknologi penginderaan jauh mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya adalah teknologi akuisisi data dengan menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle).  Teknologi UAV dapat dipergunakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang kebencanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan secara cepat kawasan terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bangli, Bali dengan menggunakan teknologi UAV. Metode yang digunakan adalah pemotretan udara dengan UAV, survei lapangan dan analisis laboratorium. Pemotretan udara dilakukan satu hari pasca kejadian longsor dengan ketinggian jelajah pesawat antara 100-120 meter di atas permukaan tanah. Resolusi spasial yang dihasilkan antara 4,5 - 6,5 cm. Wilayah yang berhasil dipetakan adalah wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Desa Songan A serta Songan B, wilayah terdampak banjir bandang Yeh Mampeh di Desa Batur Selatan, serta wilayah terdampak longsor di Desa Sukawana dan Desa Awan. Berdasarkan hasil pemotretan udara, dapat diketahui luasan daerah terdampak longsor. Lebih lanjut, strategi rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan dengan menggunakan hasil pemotretan udara.  Abstrak Remote sensing technology is experiencing rapid developments. One of which is in the field of data acquisition that has currently adopted the use of Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV technology is, for instance, employed in various studies related to disasters. This research aimed to perform a rapid mapping of flood- and landslide-affected areas in Bangli Regency, Bali using UAV technology. The applied methods included UAV-assisted aerial photography, field survey, and laboratory analysis. The aerial photography was conducted one day after the landslide event and at a recording altitude of 100-120 m above the ground. The spatial resolution produced in the photography was 4.5-6.5 cm. The mapped areas were the ones affected by floods and landslides in Songa A and Songa B Villages, flash floods in Yeh Mampeh, Batur Selatan Village, and landslides in Sukawana and Awan Villages. The aerial photography also provided the extent of the landslide-affected areas. Therefore, the post-disaster rehabilitation and reconstruction strategies can be implemented using the results of the aerial photography.  

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulan, T. R., Ambarwulan, W., Putra, A. S., Putra, M. D., Maryanto, D., Pinem, F., & Maulana, E. (2017). Pemetaan Cepat Kawasan Terdampak Bencana Longsor dan Banjir di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Majalah Geografi Indonesia, 31(2), 44. https://doi.org/10.22146/mgi.26230

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free