Penggunaan Simpul-Simpul Komunikasi Sosial sebagai Strategi Kampanye

  • Prihatini C
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract: Political campaign in Indonesia is usually expensive, and need lots of money to carry out. In contrary, refers to Kelik Sumrahadi’s, the Head of the Regent (Bupati), political campaign in Mayor Election in Purworejo 2005 is an exception. There’s only a small fund together with a strong support from grassroots have been proving about the power of opinion leader. Many grassroots giving empathic support with fund raising. Not only fund, they provide themselves to be a mediator or an opinion leader.Abstrak: Kampanye politik di Indonesia biasanya mahal dan membutuhkan banyak uang untuk penyelenggaraannya. Pengecualian terjadi pada kampanye Kelik Sumrahadi, dalam kampanye politik dalam Pemilihan Kepala Daerah di Purworejo tahun 2005. Hanya ada sedikit dana, didukung oleh kelompok akar rumput yang kuat untuk memunculkan kekuatan pemimpin pendapat. Banyak kelompok akar rumput yang berempati mendukung dengan memberikan dana. Tidak hanya dana,mereka juga juga menyediakan dirinya sebagai mediator atau pemimpin pendapat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prihatini, C. E. (2013). Penggunaan Simpul-Simpul Komunikasi Sosial sebagai Strategi Kampanye. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 8(1). https://doi.org/10.24002/jik.v8i1.183

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free