Peran Kaum Perempuan Dalam Industri Kerajian Gerabah Di Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

  • Vibriyanti D
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran perempuan dalam industri kerajinan gerabah di Desa Banyumulek, Lombok Barat, NTB. Dalam tatanan hidup masyarakat desa Banyumulek, gerabah bukan hanya sekedar industri kerajinan rumah tangga yang menjadi penggerak ekonomi keluarga. Lebih dari itu, gerabah adalah identitas sosial budaya masyarakat setempat yang diperoleh turun temurun dari leluhur. Studi ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan obeservasi serta beberapa kajian literatur yang terkait.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan adalah pelaku utama industri kerajinan gerabah di desa Banyumulek. Sekitar 80 persen proses kegiatan industri dilakukan oleh kaum perempuan. Selain merupakan keahlian turun temurun yang diwariskan kaum ibu kepada anak perempuannya sejak kecil, keterampilan membuat gerabah juga sekaligus sebagai strategi ekonomi bagi perempuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Banyaknya perempuan yang berstatus janda atau hidup terpisah dengan suami yang bekerja ke luar negeri sebagai TKI, mendorong perempuan desa Banyumulek untuk menekuni profesi sebagai pengrajin gerabah. Dalam pandangan masyarakat setempat, membuat gerabah adalah pekerjaan perempuan. Jika seorang laki-laki/suami membuat gerabah, mereka dijuluki banci (laki-laki yang cenderung feminin). Oleh karena itu dibutuhkan usaha dalam merubah cara pandang masyarakat lokal terkait pembagian kerja dalam usaha industri kerajinan gerabah ini. Usaha tersebut dapat berupa pendekatan, pendampingan dan sosialisasi dari berbagi stakeholder dalam meningkatkan partisipasi kaum laki-laki.

Cite

CITATION STYLE

APA

Vibriyanti, D. (2016). Peran Kaum Perempuan Dalam Industri Kerajian Gerabah Di Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 17(2), 117. https://doi.org/10.25077/jantro.v17.n2.p117-129.2015

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free