YANG TERSEMBUNYI DARI PIDATO POLITIK PERTAMA ANIES BASWEDAN SEBAGAI GUBERNUR DKI JAKARTA: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS

  • Sofa G
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

<p><em>van Dijk (2009) stated that we need to understand the whole context before understanding a discourse. First context is the internal aspects, which is based on what the speaker said or what was written in the text - from diction and sentence study, to the paragraph's continuity, in creating context of the discourse. Second, based on its social context, which perceived the social situations as part of the discourse. Understanding of the first political speech of the elected governor of DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan, is one of the incomprehensive practice of discourse. In addition to causing an incomprehensive understanding, the speech also reaps a controversy driven by mass media toward Anies Baswedan for the misleading meaning of the word 'pribumi'. Therefore, the researcher would like to understand Anies Baswedan political speech using van Dijk critical discourse analysis. The frame and analytical units used in this speech will be based on analysis on the social, social-politics, and social-culture contexts. The analysis result shows that the polarized social situation post-election created a social identity among community, proponent of Anies-Sandi and the political opponent, Ahok-Djarot. Moreover, we can infer that Anies Baswedan is a prominent orator, has the faith to harmony in politics, has affiliation motives, and proper knowledge about the history and culture of Jakarta and its people</em></p><p><em><br /></em></p><p><em>Van Dijk (2009) menyatakan bahwa untuk memahami sebuah praktik wacana perlu dilihat konteks secara keseluruhan. Pertama, dilihat dari konteks internal berupa tuturan penutur wacana atau dari apa yang tertulis di dalam sebuah teks—termasuk studi kata, kalimat, hingga kesinambungan paragraf yang saling mendukung dalam pembentukan konteks suatu wacana. Kedua, konteks sosialnya</em><em> yang </em><em>menganggap bahwa situasi sosial adalah bagian dari pewacanaan. Pemahaman terhadap pidato politik pertama Gubernur terpilih DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan, merupakan salah satu praktik wacana yang tidak menyeluruh. Selain menyebabkan pemahaman yang tidak komprehensif, pidato tersebut juga menuai banyak kontroversi. Hal itu disebabkan adanya penyempitan makna oleh media massa terkait kata ‘pribumi’ yang terdapat pada pidato Anies Baswedan. Oleh karenanya, peneliti terpicu untuk memahami pidato politik Anies Baswedan dengan menggunakan analisis wacana kritis van Dijk. Kerangka dan unit-unit analisis yang digunakan adalah analisis praktik wacana dalam konteks sosial, sosial-politik, dan sosial-budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa situasi sosial yang masih terpolarisasi pascapemilukada, membentuk identitas sosial masyarakat, yaitu pendukung Anies-Sandi dan pendukung lawan politiknya, Ahok-Djarot. Selain itu, dapat diketahui bahwa Anies Baswedan memiliki keterampilan sebagai orator, memiliki keyakinan terhadap pentingnya harmoni dalam politik, memiliki motif afiliasi, serta memiliki pengetahuan sejarah dan budaya yang cukup mengenai masyarakat dan kota Jakarta. </em></p><p><em><br /></em></p>

Cite

CITATION STYLE

APA

Sofa, G. A. (2018). YANG TERSEMBUNYI DARI PIDATO POLITIK PERTAMA ANIES BASWEDAN SEBAGAI GUBERNUR DKI JAKARTA: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS. Jurnal KATA, 2(2), 384. https://doi.org/10.22216/jk.v2i2.3198

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free