Kesetaraan Gender dalam Agama-Agama: Analisis Filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata

  • Kumari F
N/ACitations
Citations of this article
92Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kesetaraan gender yang menempatkan perempuan dan laki-laki secara sejajar belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Penyebabnya selain karena alasan sosial-budaya, juga terdapat alasan teologis, dimana agama dianggap turut berkontribusi melanggengkan ketidakadilan gender dengan melegitimasi perlakuan yang merugikan perempuan melalui bahasa agama. Namun ketika agama ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata anggapan tersebut terbantahkan, karena semua agama mengajarkan prinsip kesetaraan gender. Agama menunjukkan jati dirinya sebagai penyambung suara Tuhan dalam mengangkat harkat dan derajat manusia di muka bumi, tak terkecuali perempuan. Untuk mengetahui bagaimana agama-agama memaknai kesetaraan gender, perlu kajian khusus dengan menggunakan pendekatan filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata. Tujuannya adalah agar memperoleh gambaran filosofis-spiritual mengenai kesetaraan gender sebagaimana inti ajaran agama-agama yang dalam hal meliputi agama: Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan Islam.Kata Kunci: Kesetaraan, Gender, Agama, Filsafat Taoisme-Islam

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Cite

CITATION STYLE

APA

Kumari, F. (2022). Kesetaraan Gender dalam Agama-Agama: Analisis Filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata. Muadalah, 10(2), 65. https://doi.org/10.18592/muadalah.v10i2.7471

Readers' Seniority

Tooltip

Lecturer / Post doc 4

44%

PhD / Post grad / Masters / Doc 4

44%

Professor / Associate Prof. 1

11%

Readers' Discipline

Tooltip

Social Sciences 3

38%

Arts and Humanities 2

25%

Business, Management and Accounting 2

25%

Philosophy 1

13%

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free