Pendekatan Critical Regionalism pada Bangunan Kantor Sewa

  • Bamazroek T
  • Prasetyo E
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Revolusi industri kedua memunculkan era modernisme. Era modernisme mengantarkan arsitektur pada arsitektur yang generik atau international style. Kritik terhadap arsitektur modern yang dipopulerkan oleh Charles Jencks dengan nama post-modernism tidak membawa kita lari dari international style. Hal ini mengakibatkan mulai hilangnya sebuah identitas dari arsitektur atau “notopia”. Notopia pertama kali dikenalkan oleh The Architectural Review. Notopia adalah hilangnya identitas dan semangat budaya akibat munculnya fenomena arsitektur generik secara global. Untuk melepaskan diri dari belenggu arsitektur generik yang tiada hentinya dapat dilakukan dengan pendekatan critical regionalism. Critical regionalism merupakan sebuah pendekatan yang membawa kembali unsur lokal dan budaya ke dalam arsitektur tanpa menutup mata pada perkembangan zaman dan teknologi. Dua hal tersebut menjadi strategi desain yang kemudian dihibridisasi untuk menghasilkan rancangan bangunan kantor sewa di Indonesia

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Cite

CITATION STYLE

APA

Bamazroek, T., & Prasetyo, E. Y. (2020). Pendekatan Critical Regionalism pada Bangunan Kantor Sewa. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 8(2). https://doi.org/10.12962/j23373520.v8i2.47913

Readers over time

‘20‘21‘22‘23‘24‘2502468

Readers' Seniority

Tooltip

Lecturer / Post doc 1

100%

Readers' Discipline

Tooltip

Social Sciences 1

50%

Engineering 1

50%

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free
0