Permasalahan yang dihadapi oleh mitra pertama, Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah (IPAS) adalah pengembangan pada jumlah produksi yang harus ditingkatkan. Selain itu, berdasarkan hasil observasi, juga diketahui bahwa produsen susu IPAS sudah memiliki beberapa jenis produk susu yang dapat dikembangkan. Selain itu permasalahan yang dihadapi oleh mitra juga terkait dengan produk olahan yang memiliki kemasan yang kurang menarik yang membuat tim pengabdi merasa itu menjadi salah satu permasalah yang dialami oleh mitra padahal produk mereka sudah banyak dikenal dipasar namun kapasitas produksi mereka juga masih kecil. Tujuan dari kegiatan pendampingan dan pelatihan bagi pengusaha susu yang berada di IPAS adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan rebranding produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih di masyarakat. Metode implementasi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah: (1) Pemberian pelatihan terkait dengan peningkatan produktivitas menggunakan teknologi baru, (2) Pelatihan dan pengembangan terkait dengan rebranding produk. Tim pengabdi juga memberikan beberapa pandangan terkait desain kemasan produk yang dianggap menarik dan bernilai jual dipasar. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para mitra, memberikan poin penjualan tambahan untuk produk IPAS, publikasi terkait dengan diferensiasi produk IPAS, meningkatkan volume produksi untuk pengusaha susu IPAS, dan memberikan pandangan terkait inovasi yang dapat mereka perbaiki untuk terus mengembangkan pasar mereka di masa yang akan datang.
CITATION STYLE
Rumijati, A., Asfiah, N., & Fuadiputra, I. R. (2021). Rebranding untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk di Kelompok Usaha Mikro Olahan Susu pada Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah (IPAS). BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 3(1). https://doi.org/10.29040/budimas.v3i1.1792
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.