ABSTRACT Background: Based on ASEAN Statistical data for 2017, Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia still shows a high rate. McCahrthy and Maine suggest that MMR occurs is influenced by three factors that are a proxy determinant, intermediate determinant, and contextual determinant. The aim of this study is to describe the determinants of maternal mortality. Method: This study used a literature review using 20 literatures obtained from Google Scholar, PubMed, DOAJ, Semantic, BMC, and Elsevier. Result: Based on the results of the literature study there are 5 literatures claims hemorrhage as the main cause of maternal mortality, sepsis, preeclapsia / eclampsia, and uterine rupture have the same frequency with 3 literatures and 2 literatures claims for dystocia. Based on the intermediate determinant, nutritional status, age <20 years or> 35 years, multiparous status, antenatal care < 4 times, and delay were the most common determinants of maternal mortality. Conclusion: Based on contextual determinants, mothers who work and have low education are the most common cause of the maternal mortality. Keywords : Determinant, Maternal mortality, Maternal Mortality Rate ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan data ASEAN Statistical tahun 2017, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi. McCahrthy dan Maine mengemukakan bahwa AKI terjadi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu, determinan proksi, determinan intermediate, dan determinan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran determinan kematian maternal. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan studi literatur dengan menggunakan 20 literatur yang diperoleh dari google scholar, pubmed, DOAJ, semantic, BMC, dan Elsevier yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti. Hasil: Berdasarkan hasil studi literatur, 5 literatur mengatakan perdarahan sebagai penyebab utama, frekuensi yang sama pada sepsis, preekalmsia/eklamsia, dan ruptur uterus yaitu 3 literatur, serta 2 literatur distosia. Berdasarkan determinan intermediate, status gizi, usia <20 tahun atau >35 tahun, status multipara, antenatal care <4 kali, dan keterlambatan merupakan faktor penentu tersering dari kematian maternal. Kesimpulan: Berdasarkan determinan kontekstual, ibu yang bekerja dan pendidikan yang rendah merupakan ibu yang paling banyak mengalami kematian maternal. Kata Kunci : Determinan, Mortalitas Maternal, Angka Kematian Ibu
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Firmansyah, F., Harahap, H., & Juniarti, A. K. (2022). STUDI LITERATURE: GAMBARAN DETERMINAN KEMATIAN MATERNAL. Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease, 3(2), 154–159. https://doi.org/10.22437/esehad.v3i2.27767