KEBIJAKASANAAN DAN COMPLEX POLITICAL EMERGENCE: Mencermati Arah Konflik Jamaah Ahmadiyah Indonesia

  • Rahmat I
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Complex Political Emergence (CPE) menjadi paradigma yang mampu menjelaskan saat sebuah konflik tidak mampu dikelola dan diprediksi penyelesaiannya. Perang yang kemudian merambah pada isu kemanusiaan, ideologi, dan keterbatasan sumberdaya seringkali menjadi contoh mutlak. Tetapi tidak menutup kemungkinan bergeser ke konflik laten agama. Menimbang hal tersebut, studi ini kemudian berargumen bahwa masa konflik Ahmadiyah dengan ‘muslim tertentu’ di Indonesia kemungkinan mengarah pada CPE. Diskusi pada tulisan ini telah didukung oleh berbagai jurnal, pandangan tokoh, dan berita dari media online. Semua bahan dibaca secara interaktif, direduksi, kemudian intisari bacaan dikembangkan sesuai penalaran induktif. Studi ini memaparkan beberapa bukti kasus kekerasan, bahkan penghilangan nyawa di kalangan warga Ahmadiyah. Penyebabnya dalam CPE dikenal dengan predatory social formations atau penanaman pemikiran bahwa Ahmadiyah merusak akidah Islam dan diklaim sesat. Sehingga saat ‘muslim tertentu’ bertemu dengan pengikut Ahmadiyah, keinginan untuk mengadakan kontak sangat mungkin terjadi. Ini menjadi jawaban penting bahwa konfliknya mengarah pada CPE.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmat, I. (2019). KEBIJAKASANAAN DAN COMPLEX POLITICAL EMERGENCE: Mencermati Arah Konflik Jamaah Ahmadiyah Indonesia. EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tafsir Hadis, 8(1), 61. https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2047

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free