CIRCULAR CUMULATIVE CAUSATION THEORY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBOCORAN EKONOMI WILAYAH: STUDI KASUS AGRIBISNIS TEMBAKAU VIRGINIA DI PULAU LOMBOK

  • Nurjihadi M
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Circular cumulative causation theory (teori C3) menjelaskan bahwa dalam ekonomi berbasis pasar, backwash effect lebih besar dari pada spread effect dalam proses pembangunan wilayah yang menyebabkan wilayah maju semakin maju sementara wilayah terbelakang tetap tertinggal. Besarnya backwash effect dapat mendorong terjadinya kebocoran ekonomi wilayah akibat tidak adanya proses pengolahan hasil atau penciptaan nilai tambah di wilayah terbelakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan hubungan antara teori circular cumulative causation dengan fenomene kebocoran ekonomi wilayah dalam agribisnis tembakau virginia di Pulau Lombok. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) antara metode kuantitatif dan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan membangun formula secara mandiri yang dikembangkan dari konsep pendapatan wilayah menurut Tarigan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tesis Gunar Myrdal mengenai Circular Cumulative Causation Theory terjadi dalam agribisnis tembakau virginia Lombok yang ditunjukkan dengan besarnya nilai kebocoran ekonomi wilayah sebagai salah satu bentuk backwash effect.Kata Kunci: Teori C3, Kebocoran ekonomi, Backwash effect, Tembakau, Lombok

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurjihadi, M. (2016). CIRCULAR CUMULATIVE CAUSATION THEORY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBOCORAN EKONOMI WILAYAH: STUDI KASUS AGRIBISNIS TEMBAKAU VIRGINIA DI PULAU LOMBOK. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.37673/jebi.v1i2.44

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free