Kondisi Burnout pada Guru BK/Konselor di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Pekanbaru dan Implikasinya Bagi Peran Kepala Sekolah

  • Habibah S
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapat Guru BK/Konselor yang mengalami kondisi kelelahan, stres dan kejenuhan dalam bekerja yang dikhawatirkan akan berujung pada kondisi burnout. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengatasi kondisi tersebut di perlukannya peran kepala sekolah sebagai pimpinan dari Guru BK/Konselor dan sebagai penanggung jawab kegiatan BK secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif. Populasi penelitian adalah Guru BK/Konselor SMAN se-Kota Pekanbaru. Sampel berjumlah 52 orang yang ditetapkan dengan teknik pengambilan sampel total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner burnout dengan model skala Likert. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa 35,83% Guru BK/Konselor mengalami kondisi burnout. Hal ini tentu menjadi perhatian karena akan mempengaruhi kinerja Guru BK. Oleh karena itu, dibahas lebih lanjut peran kepala sekolah untuk mengatasi dan mencegah kondisi burnout Guru BK/Konselor aga tidak semakin meningkat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Habibah, S. (2019). Kondisi Burnout pada Guru BK/Konselor di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Pekanbaru dan Implikasinya Bagi Peran Kepala Sekolah. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 2(2), 66. https://doi.org/10.24014/egcdj.v2i2.8264

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free