Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah maja sebagai inhibitor pada baja karbon API 5L dalam medium korosif NaCl 3% dan H2SO4 3%. Perendaman baja karbon API 5L dilakukan selama 35 hari dengan variasi konsentrasi penambahan inhibitor ekstrak kulit buah maja 0%, 0,4%, 0,5%, 0,6%, 0,7%, dan 0,8%. Pengujian laju korosi dilakukan dengan metode kehilangan berat. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi terbesar pada medium korosif NaCl 3% dan H2SO4 3% adalah pada konsentrasi inhibitor 0% , yaitu sebesar 0,06 x 104 mm/y dan 16,55 x 104 mm/y. Sementara, laju korosi terendah yaitu pada konsentrasi inhibitor 0,8% untuk medium korosif NaCl 3% dan 0,5% untuk medium korosif H2SO4 3%. Sehingga efektivitas korosi yang paling besar terjadi pada konsentrasi 0,8% pada medium korosif NaCl 3% dengan efektivitas sebesar 85,71%, dan 0,5% pada medium korosif H2SO4 3% dengan efektivitas sebesar 79,35%. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) memperlihatkan bahwa fasa yang terbentuk adalah Fe murni. Karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) memperlihatkan cluster (gumpulan) tidak merata dan ukuran lebih kecil, lubang (hole) dan retakan (crack) juga lebih sedikit dengan inhibitor 0,8% untuk medium korosif NaCl 3% dan 0,5% untuk medium korosif H2SO4 3% dibandingkan dengan inhibitor 0% ekstrak kulit buah maja pada medium korosif NaCl 3% dan H2SO4 3%. Karakterisasi Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) pada sampel dengan medium korosif H2SO4 3% didapatkan unsur S (Sulfat). Kata
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Rasitiani, A., Ginting, E., & Karo Karo, P. (2018). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kulit Buah Maja (Aegle Marmelos (l.) Corea) terhadap Laju Korosi Baja Karbon API 5L pada Medium NaCl 3% dan H2SO4 3%. Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika, 6(2), 147–158. https://doi.org/10.23960/jtaf.v6i2.1837