Bekerja di rumah sakit dapat menimbulkan risiko untuk tertular penyakit dari pasien. Risiko ini tidak hanya berpotensi bagi tenaga medis saja, namun juga terhadap tenaga non medis seperti petugas kebersihan. Saat bekerja risiko yang selalu dihadapi oleh petugas kebersihan adalah terpapar faktor biologi dan terpapar bahan kimia atau obat pembersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja apa saja yang dapat terjadi pada petugas kebersihan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Identifikasi risiko menggunakan JSA (Job Safety Analysis), pengambilan data dilakukan dengan cara observasional dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi petugas kebersihan adalah risiko terpapar kuman, bakteri dan virus dan terpapar obat kemoterapi, dengan tingkat risiko termasuk dalam high risk (36,6%). Risiko tertusuk jarum suntik atau tergores benda tajam, terpeleset atau jatuh karena lantai licin, gangguan muskuloskeletal, terjatuh dari tangga, dan tersengat listrik merupakan risiko dengan tingkatan moderate risk (45,1%). Risiko alergi atau iritasi terhadap penggunaan bahan kimia merupakan risiko dengan tingkatan low risk (18,3%). Untuk mengendalikan risiko tersebut, disarankan kepada petugas kebersihan agar selalu menggunakan alat pelindung diri yang baik dan benar dimana pun dan kapan pun saat melakukan pekerjaan. Selain itu juga sebaiknya dilakukan evaluasi tentang jenis APD yang digunakan petugas kebersihan, terutama mengenai kesesuaian jenis APD dengan pekerjaan yang dilakukan.
CITATION STYLE
Yuantari, C., & Nadia, H. (2018). Analis Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Petugas Kebersihan di Rumah Sakit. Faletehan Health Journal, 5(3), 107–116. https://doi.org/10.33746/fhj.v5i3.20
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.