Cairan adalah apa saja yang mengandung air. Cairan bisa didapat dari makanan dan minuman. Kehilangan air tubuh manusia apabila tidak diimbangi dengan pemasukan cairan yang cukup akan mengalami dehidrasi. Dalam penelitian ini, cairan yang diteliti hanya yang berasal dari minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola minum (jenis, frekwensi dan merek), serta jumlah yang dikonsumsi dari minuman saja, terhadap status dehidrasi santriwati di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah cross-sectional. Populasinya adalah santriwati berusia 16-18 tahun yang tinggal di asrama Pondok Pesantren Darunnajah. Sampel adalah seluruh santriwati yang memenuhi kriteria, jumlahnya 35 santriwati. Data yang dikumpulkan meliputi nama dan usia, pola konsumsi minuman, serta jumlah cairan yang diminum melalui wawancara menggunakan kuesioner. Untuk data status dehidrasi diperoleh melalui pengujian urin menggunakan indikator Urinalysis Reagen Strips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil sampel mengalami dehidrasi (17,1%) walaupun mereka telah mengonsumsi sampai 7 jenis minuman (31,6%). Hasil analisis cenderung menunjukkan adanya hubungan pola dan jumlah konsumsi cairan dari minuman masing masing terhadap status dehidras
CITATION STYLE
. R., & Soekatri, M. (2014). HUBUNGAN POLA MINUM DAN JUMLAH KONSUMSI CAIRAN DARI MINUMAN TERHADAP STATUS DEHIDRASI SANTRIWATI USIA 16-18 TAHUN DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2012. GIZI INDONESIA, 35(2). https://doi.org/10.36457/gizindo.v35i2.128
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.