Munculnya varian covid-19 baru (Omicron) memberikan dampak nyata di Ponorogo. Dalam upaya menanggulangi krisis yang terjadi, perlu adanya penanganan khusus bagi pihak berwajib ataupun masyarakat. Dinas Kesehatan menjadi sebuah institusi yang berada di garda terdepan dalam merespon krisis kesehatan harus bertindak cepat sebelum berkembang menjadi fenomena berlanjut. Salah satu fenomena krisis komunikasi di era pandemi ini adalah timbulnya sebuah kekhawatiran berlebih akan dampak penyebaran penyakit dan juga kebijakan yang dibuat oleh lembaga berwenang. Merujuk pada teori yang diutarakan oleh W. Thompson mengenai 4R (Readliness, Radar, Response, Recovery) dalam menanggapi sebuah krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen krisis Dinas Kesehatan Ponorogo dalam menangani krisis Covid-19 Varian Omicron. Penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan baik primer maupun sekunder, yaitu wawancara mendalam dengan kepala P2P Dinas Kesehatan, pengambilan dokumentasi tingkat angka pasien terdampak di Ponorogo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen krisis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Ponorogo dalam menghadapi varian baru omicron sesuai dengan tahapan teori 4R milik Thompson.
CITATION STYLE
Utomo, B. S., Pradana, A. W., Baihaqi, F. A., Althof, M. A., Wicaksono, A., & Ziaulhaq, F. (2022). MANAJEMEN KRISIS DINAS KESEHATAN PONOROGO DALAM MENGHADAPI COVID-19 VARIAN BARU OMICRON. Jurnal Komunikasi Dan Budaya, 3(1), 75–88. https://doi.org/10.54895/jkb.v3i1.1399
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.