Salah satu kebutuhan paling mendasar dalam perkembangan hidup rohani seseorang adalah bebas dari ikatan dosa aktual dan habitual. Sarana yang paling efektif untuk membebaskan manusia dari ikatan ini adalah Sakramen Rekonsiliasi. Kristus, melalui Gereja-Nya, menyediakan sarana istimewa ini untuk membantu umat beriman agar hidup dalam kemerdekaan anak-anak Allah, bebas dari dosa aktual dan habitual, sehingga mereka berkembang dalam hidup rohaninya, dan hidup dalam persekutuan dengan Allah. Sakramen Rekonsiliasi diberikan sebagai sarana penebusan yang efektif setiap kali manusia jatuh dalam dosa, terutama sekali jika seseorang jatuh dalam dosa berat. Sakramen ini memiliki kekuatan rahmat adikodrati yang berasal dari kuasa Roh Kudus untuk mengampuni, menguduskan, membersihkan, menyucikan dan menyelamatkan, melalui kuasa doa dalam rumus absolusi yang diberikan lewat imam, sebagai alter Christi. Persoalannya, mengapa banyak umat beriman tidak berminat untuk pergi mengaku dosa secara sakramental lewat seorang imam? Bagaimana menanggapi persoalan ini?
CITATION STYLE
Tantani binti Longkiad. (2021). PERANAN SAKRAMEN REKONSILIASI (TOBAT) DALAM PERKEMBANGAN HIDUP ROHANI. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 5(1), 31–43. https://doi.org/10.58919/juftek.v5i1.47
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.