Kulit kerbau berpotensi sebagai bahan baku alternatif pembuatan kolagen halal, pengganti sapi dan babi. Namun, kompleksitas kulit kerbau diduga lebih tinggi dibandingkan kulit sapi maupun kulit babi. Asam asetat merupakan asam lemah yang mampu mengekstraksi kolagen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi berbagai konsentrasi asam asetat dan waktu ekstraksi terhadap kualitas kolagen, diantaranya rendemen, kadar air, serta karakteristik kolagen, berdasarkan berat molekul dan gugus fungsi. Materi utama penelitian ini berupa 3 lembar kulit kerbau rawa jantan berumur 3-4 tahun. Studi ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial, yang terdiri dari faktor konsentrasi asam asetat (0,5 M, 1 M, 1,5 M) dan waktu ekstraksi (48 jam dan 72 jam). Seluruh perlakuan direplikasi sebanyak empat kali. Hasil optimum ekstraksi kolagen dari kulit kerbau adalah menggunakan asam asetat dengan konsentrasi 1 M dengan ekstraksi selama 72 jam, dimana menghasilkan kolagen dengan rendemen 1,42±0,27%, berdasarkan faktor konsentrasi, dan 1,70±0,35%, berdasarkan faktor lama ekstraksi, kadar air 4,19±0,14%, serta teridentifkasi bahwa kolagen belum mengalami degradasi menjadi gelatin berdasarkan berat molekul dan gugus fungsi.
CITATION STYLE
Mulyani, S., Hintono, A., Adefatma, N. R., & Pahlawan, I. F. (2021). Ekstraksi kolagen dari kulit kerbau menggunakan asam asetat. Majalah Kulit, Karet, Dan Plastik, 37(2), 51. https://doi.org/10.20543/mkkp.v37i2.7025
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.