Abstrak: Kurikulum merupakan sesuaatu yang dicita-citakan dalam bidang pendidikan. Jadi apa yang direncanakan dalam kurikulum yang bersifat formal pada dasarnya mencerminkan cita-cita tentang wujud hasil pendidikan dan pengajaran yang ingin dicapai. Kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar diperoleh siswa dari sekolah dan kurikulum diartikan sebagai rencana belajar siswa (Hakim, 2008 : 5). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajharan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk tujuan pendidikan dan pengajaran yang hendak dicapai. Hal tersebut belum terealisasi sepenuhnya, kurikulum belum dikelolah secara optimal atau belum dikelolah secara efektif dan efisien sehingga perlu adanya bimbingan dan pelatihan. Tujuan manajemen kurikulum bagi para guru dan kepala sekolah, agar dapat menyusun perangakat pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai standar kompetnsi kelulusana para peserta didik. Metode yang digunakan adalah mengadakan pendidikan dan pelatihan penyusunan kurikulum bagi kepala sekolah dan para guru yang dibimbing oleh para pelatih yang profesional. Pelaksnaan pendidikan dan pelatihan bagi para guru dan kepala sekolah di SMA Negeri Remboken meliputi kegiatan penyuluhan dan pelatihan manajemen kurikulum yang efektif dan efisien untuk semua mata pelajaran pada masing-masing program studi dan untuk setiap mata pelajaran yang diampuh oleh para guru sebagai realisasi kurikulum yang ditetapkan untuk dilaksanakan. Perangkat pembelajaran sebagai kurikulum baku disahkan oleh kepala sekolah, dimonitor dan dievaluasi untuk wujud pelaksanaanya berdasarkan standar ketuntasan minimal peserta didik dan standar kompetensi kelulusan serta untuk perbaikan pengembangan proses pembelajaran berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan dan Pengajaran, Kurikulum Baku, perangkat pembelajaran guru I. Pendahuluan Analisis Situasi Kurikulum merupakan sesuaatu yang dicita-citakan dalam bidang pendidikan. Jadi apa yang direncanakan dalam kurikulum yang bersifat formal pada dasarnya mencerminkan cita-cita tentang wujud hasil pendidikan dan pengajaran yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaan kurikulum, para pelaksana harus dapat sebanyak mungkin mengenal berbagai perilaku yang muncul sebagai hasil kurikulum. Hal ini dimaksud agar bentuk-bentuk perilaku itu dapat dimunculkan secara terarah melalui suatu upaya yang disengaja, bahkan melalui pengembangan yang terencana. Dalam pembinaan dan pengembangan kurikulum, proses pengkajian yaitu berhubungan dengan kurikulum diartikan sebagai perencanaan pembelajaran, kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar diperoleh siswa dari sekolah dan kurikulum diartikan sebagai rencana belajar siswa (Hakim, 2008 : 5). Kurikulum tidak hanya sekedar mempelajari mata pelajaran, tetapi lebih mengembangkan pikiran, menambah wawasan serta mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Kurikulum yang baik adalah sifatnya berkesinambungan. Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional. Kurikulum juga bertitik tolak dari masalah kehidpan yang disesuaikan dengan timgkat perkembangan dan minat serta kebutuhan individu, dan dikembangkan oleh guru secara bersama. Dalam Pasal 1 ayat (19) dijelaskan bahwa " Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, tujuan, isi, dan bahan pelajharan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelkenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran tertentu. Dari gambaran tentang kurikulum tersebut, memberi suatu penegasan bahwa kurikulum perlu dkelolah dengan baik.sesuai tujuan pendidikan dan pengajaran. Permasalahan yang timbul dilapangan dalam hal ini disekolah sebagai pengelolah dan penyelenggara pendidikan dan pengajaran, kurikulum belum dikelolah secara optimal atau belum dikelolah secara efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran dikelas yang dilaksanakan oleh guru. Para guru dalam melaksanakan pembelajaran dikelas kurang variatif terutama dalam penggunaan
CITATION STYLE
Mamentu, Dr. M. D. (2013). Manajemen Pendidikan Dan Pengajar Pada Sma Negeri Remboken Kabupaten Minahasa. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSRJRME), 3(5), 58–66. https://doi.org/10.9790/7388-0355866
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.