Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan clonal methicillin resistance Staphylococcus aureus (MRSA) antara isolat sapi dan manusia. Staphylococcus aureus yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari infeksi kulit manusia di Yogyakarta (10 isolat) dan dari susu sapi perah (11 isolat) yang berasal dari Yogyakarta, Solo, dan Boyolali. Identifikasi bakteri dan uji resistensi S. aureus terhadap methicillin telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Hubungan genetika S. aureus antar isolat sapi dan manusia ditentukan menggunakan teknik single enzyme amplified fragment length polymorphism (AFLP). Hasil penelitian diketahui bahwa berdasar analisis AFLP S. aureus memperlihatkan 15 pola genetika (A sampai O) dan dapat dikelompokkan ke dalam 7 klas (I sampai VII). Staphylococcus aureus isolat asal sapi dari daerah yang berdekatan (Boyolali dan Solo), dapat dikelompokkan dalam 1 klas (kecuali 1 isolat sapi dari Yogyakarta), isolat sapi dan manusia dari Yogyakarta dapat dikelompokkan dalam beberapa klas. Masing-masing klas terdapat isolat S. aureus yang telah resisten terhadap MRSA. Hubungan genotipe S. aureus dalam penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui distribusi clonal antara isolat sapi dan manusia dan dapat digunakan sebagai kontrol adanya infeksi MRSA di Indonesia.
CITATION STYLE
Salasia, S. I. O., Tato, S., Prabawati, F., & Ariyanti, D. (2013). HUBUNGAN CLONAL METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) PADA SAPI DAN MANUSIA. Jurnal Kedokteran Hewan - Indonesian Journal of Veterinary Sciences, 7(2). https://doi.org/10.21157/j.ked.hewan.v7i2.924
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.