ABSTRAKSalah satu industri yang memiliki efek bahaya tinggi adalah industri kimia, baik yang ditimbulkan dari bahaya bahan kimia maupun dalam proses produksi. Penggunaan berbagai macam bahan kimia dalam jumlah besar maupun kecil apabila tidak memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja maka yang dapat terjadi adalah dampak buruk yang mengakibatkan kecelakaan, baikterhadap manusia, kerusakan bahan, lingkungan sekitar, ataupun terganggunya proses produksi didalam kelangsungan operasional perusahaan. Maka dari itu setiap pabrik harus memiliki pengendalian dan melakukan pencegahan kecelakaan dengan tepat. Globally Harmonized System merupakan salah satu pengendalian bahan kimia untuk standarisasi kriteria dan mengharmonisasikansistem klasifikasi bahaya bahan kimia serta mengkomunikasikan informasi tersebut pada safety data sheet (SDS)/ lembar data keselamatan dan label bahan kimia (LDK) sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/9/2009. Penelitian ini bersifat observasional, dengan pendekatan cross sectional. Dengan populasi dan sampling seluruh total bahan kimia yang digunakan sebagai bahan baku dan disimpan di gudang bahan kimia PT. Pupuk Kalimantan Timur. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan frekuensi Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan Globally Harmonized System di PT. Pupuk Kalimantan Timur dalam kategori “baik”.
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Widuri, P. D. (2017). Evaluasi Penerapan Globally Harmonized System (Ghs) Sebagai Pengendalian Bahan Kimia Di Pt. Pupuk Kalimantan Timur. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 3(2), 191. https://doi.org/10.29241/jmk.v3i1.80