Budaya adalah gagasan dan ekspresi ide yang aestetik dalam suatu konteks komunitas, menurut Linton (1945: 32) secara spesifik, budaya merupakan konfigurasi prilaku manusia dari elemen-elemen yang ditransformasikan oleh anggota masyarakat. Ulama Syekh Yusuf Al-Makassari menuturkan bahwa "Agama adalah mengenal Allah (ma’rifatullah). Mengenal Allah merupakan berprilaku dengan akhlak (yang baik) yang menghubungkan tali silaturahim (kasih sayang). Dan silaturahim adalah memasukkan rasa bahagia di hati sesama manusia". Masa jahiliyyah selalu identik dengan amoralitas dan kebodohan serta ada begitu banyak Kepercayaan atau agama yang diyakini penduduk arab pra-Islam, seperti Ash-Shabiah, Yahudi, Nashrani (Kristen), Tauhid (monotheisme), Watsani (penyembahan berhala), penyembah malaikat dan penyembah jin. Ketika akan datang hari kelahiran agama islam, terbentuklah sebagian kelompok penduduk Arab yang berkeinginan keras untuk melepaskan bangsanya dari keyakinan atau kepercayaan yang sesat. Sedangkan budaya Arab jahiliyyah yang berkembang saat masa pra-Islam meliput bidang sosial politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan seni. Tulisan ini bertujuan agar para generasi penerus dapat memahami dasar-dasar dan membedakan antara Kepercayaan dan Kebudayaan Arab Jahiliyyah dengan Ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan library research. Kata Kunci—Kepercayaan, Kebudayaan, Arab Jahiliyyah, Islam
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Sari, D. P., Cahyadi, D., & Gunasri, M. T. (2023). Kombinasi Budaya Dan Kepercayaan Arab Jahiliyyah Pra-Islam. CICES, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.33050/cices.v9i1.2592