Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya potensi antioksidan pada ekstrak kulit blewah dan pengaruh perbedaan hasil uji pigmen karatenoid dan sitrulin pada ekstrak kulit blewah terhadap tahapan ekstraksi.Kulit blewah dengan perlakuan pengeringan dan tanpa pengeringan diekstrak secara bertahap dengan menggunakan tiga pelarut (petroleum eter-aseton-air). Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak air dengan perlakuan tanpa pengeringan (667,30 mg/L), yang berbeda nyata (P<0,05) dengan pelarut aseton dan petroleum eter (996,65 dan 2368,26 mg/L). Perlakuan dengan pengeringan hanya pada ekstrak petroleum eter (1607,28 mg/L) yang memberikan aktivitas dibandingan dengan aseton dan air (2871,54 dan 2290,75 mg/L). Aktivitas antioksidan ektrak kulit blewah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan β-karoten dan vitamin C. Perlakuan tanpa pengeringan menunjukkan ekstrak aseton pigmen karotenoid tertinggi yang ditunjukkan oleh ekstrak aseton (β-karoten 11,32 mg/L, likopen 0,29 mg/100g) dan kadar sitrulin pada ekstrak air (29,91 mg/L). Perbedaan pengaruh perlakuan simplisia dan pelarut pada aktivitas antioksidan dan kadar pigmen karotenoid berbeda nyata (P<0,05), sedangkan kadar sitrulin pada perlakuan simplisia tidak berbeda nyata untuk pelarut aseton dan berbeda nyata (P<0,05) untuk pelarut petroleum eter dan air.
CITATION STYLE
Ratu, A. P., Silabi, N. F., & Citroreksoko, P. (2016). UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK PIGMEN KAROTENOID DAN SITRULIN PADA KULIT BUAH BLEWAH (Cucumis melo L.) SECARA IN VITRO (METODE DPPH). Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 1(1), 1–11. https://doi.org/10.47219/ath.v1i1.39
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.