PENERAPAN KONSEP LINE BALANCING UNTUK MENCAPAI EFISIENSI KERJA YANG OPTIMAL PADA SETIAP STASIUN KERJA PADA PT. HM. SAMPOERNA Tbk

  • Prabowo R
N/ACitations
Citations of this article
276Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Teknik keseimbangan lintasan diperlukan dalam proses produksi, tanpa adanya keseimbangan lintasan dalam stasiun kerja maka proses produksi tidak akan berjalan secara efektif dan efiasien. Dalam proses produksinya PT. HM. Sampoerna Tbk. dihadapkan pada permasalahan keseimbangan lintasan yaitu kurangnya efisiensi pada stasiun kerja, sehingga direncanakan untuk menetukan lintasan produksi yang optimal sehingga pembebanan pada setiap stasiun kerja akan lebih merata dan mengurangi waktu menganggur. Metode yang digunakan adalah metode pengukuran waktu kerja dengan jam henti (stop watch) dan metode bobot posisi (Method Ranked Positional Weight). Data yang dianalisis adalah waktu yang diperlukan oleh operator untuk menyelesaikan produksi rokok dan jumlah output rate untuk produk rata-rata yang dihasilkan untuk menetapkan waktu siklus ideal. Kemudian kedua data diatas dianalisis dengan menggunakan metode bobot posisi, hingga didapatkan waktu produksi dan efiasiensi lintasan yang optimal serta stasiun kerja yang optimal pula. Hasil analisis menyatakan bahwa penggunaan metode keseimbangan lintasan, perusahaan dapat mencapai efisiensi lintasan sebesar 68,54% dan mengurangi ketidakseimbangan (balance delay) sebesar 42,02% dari 73,48% menjadi 31,46% Dan target produksi sebanyak 240box/hari dapat terpenuhi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prabowo, R. (2016). PENERAPAN KONSEP LINE BALANCING UNTUK MENCAPAI EFISIENSI KERJA YANG OPTIMAL PADA SETIAP STASIUN KERJA PADA PT. HM. SAMPOERNA Tbk. Jurnal IPTEK, 20(2), 9. https://doi.org/10.31284/j.iptek.2016.v20i2.25

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free