The Exaltation of Jesus in The Qur'an

  • Sabi Y
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Nabi ‘Isa termasuk manusia yang paling kontroversi. Orang Yahudi menuduhnya sebagai pembohong, dan menghukumnya dengan salib. Orang Kristen mendaulatnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan, orang yang percaya padanya akan memperoleh keselamatan dunia akhirat, sebaliknya akan masuk neraka. Orang Islam mengakuinya sebagai manusia utama, yang diberi jabatan nabi/Rasul oleh Allah. Ia salah seorang dari nabi utama (ulul ‘azmi) dari deretan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, yang berakhir pada Nabi Muhammad. Yahudi mengakui bahwa penyaliban telah mengakhiri hidup ‘Isa. Oranhg Kristen mengakui ‘Isa telah d’Isalib (yang d’Isaksikan banyak orang) dan wafat di tiang penyaliban di bukit Golgota. Namun karena Istimewanya (sebagai anak Tuhan) ia hidup kembali. Setelah selama 40 hari dalam “persembunyian” ia “diangkat ke langit” oleh Tuhan dan ditaruh dipangkuannya sebelah kanan. Orang Islam, dengan memahami ayat-ayat Al-Qur’an, berpegang bahwa ‘Isa memang benar ada keistimewaan dari nabi-nabi lain. Bahkan ada yang mengakuinya belum pernah mati sampai sekarang. Tapi yang tersalib itu siapa, ‘Isa atau bukan? Lebih dari itu pemahaman yang  benar mengenai ‘Isa diharapkan akan menjadi jembatan damai antara penganut tiga agama besar dunia – Yahudi, Kristen dan Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sabi, Y. (2019). The Exaltation of Jesus in The Qur’an. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 1(1), 1. https://doi.org/10.22373/jiif.v1i1.5253

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free