Angka KematianBayi (AKB) di Indonesia masihtergolong tinggi dibandingkan negara-negara lain diASEAN. Penyebab utama kematian bayi adalah infeksi, terutama ISPA dan diare. Salah satu cara untuk mencegah infeksi adalah dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi yang berumur 0 sampai 6 bulan. Di Indonesia, persentase bayi yang mendapatkan ASI ekslusif masih rendah, yaitu 7,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan pemberian ASI ekslusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari IDHS tahun 2002-2003 dengan desain penelitian potong lintang. Data di susun sedemikian rupa untuk menggambarkan data yang bersifat longitudinal. Jumlah sampel yang didapatkan adalah 1 .708 responden. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang berumur 1 5-49 tahun yang memiliki anak berumur 0 sampai 6 bulan, dengan kriteria: masih hidup, merupakan anak terakhir pada saat survei dilakukan, bukan anak kembar, masih menyusu dan dilahirkan tanpa operasi caesar. Analisis bivariate dilakukan dengan analisis Kaplan-Meier dan uji logrank. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa probabilitas kelangsungan pemberian ASI ekslusif di Indonesia adalah 8,46% dengan angka mediankelangsunganASI ekslusif 4 bulan.Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan pemberian ASI ekslusif adalah waktu inisiasi menyusui dalam satu jam pertama setelah kelahiran, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan wilayah tempat tinggal ibu.
CITATION STYLE
Mitra, M. (2010). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELANGSUNGAN PEMBERIAN EKSKLUSIF DI INDONESIA. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 4(2), 82–87. https://doi.org/10.24893/jkma.v4i2.73
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.