Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan keseimbangan kehidupan-kerja dengan intensi turnover dan mengetahui efek moderasi dari makna kerja terhadap hubungan keseimbangan kehidupan-kerja dan intensi turnover. Fenomena quiet quitting adalah kondisi dimana karyawan hanya mengerjakan pekerjaannya sesuai jobdesc utamanya tanpa adanya usaha ekstra melakukan pekerjaan tambahan untuk perusahaan. Quiet quitting ini dilakukan untuk mencapai keseimbangan kehidupan-kerja karyawan. Karyawan dengan keseimbangan kehidupan-kerja yang baik akan bertahan dan fokus pada setiap tugas dan tanggungjawab yang diberikan dalam pekerjaannya. Ketidakmampuan seorang karyawan dalam mencapai keseimbangan kehidupan-kerjanya ini akan berpengaruh pada keinginan dan pemikiran untuk keluar dari pekerjaannya, yang mana hal ini juga berkaitan dengan cara individu memaknai pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sample non-probability sampling dan insidental sampling melalui kuesioner. Responden penelitian ini berjumlah 165 orang karyawan corporate head office di PT XYZ. Pengambilan data menggunakan skala Work as Meaning Inventory (WAMI), skala work–family balance, dan skala intensi turnover (TIS). Data dianalisis menggunakan uji moderated regression analysis (MRA) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara keseimbangan kehidupan-kerja dengan intensi turnover. Namun variabel makna kerja tidak dapat menjadi variabel moderator yang menguatkan ataupun melemahkan hubungan keseimbangan kehidupan-kerja dengan intensi turnover.
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Tsabitah, A. H., & Widiasih, P. A. (2024). Makna Kerja sebagai Moderator Hubungan antara Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Intensi Turnover. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 3(1), 38–46. https://doi.org/10.33830/antroposen.v3i1.6994