Identitas diri menjadi penting karena menyangkut proses seseorang menjadi individu yang unik. Menjadi homoseksual (lelaki seks lelaki/LSL) merupakan pilihan gender yang dipengaruhi dari dalam atau luar diri individu. Keberadaan LSL belum bisa diterima oleh sebagian besar masyarakat dengan berbagai alasan. Dari sisi kesehatan, LSL merupakan perilaku seksual menyimpang berisiko HIV/AIDS. Lelaki Seks Lelaki sudah dijumpai pada remaja dan perlu untuk diketahui faktor apa saja pembentuk identitas diri LSL lelaki muda dan status HIV/AIDS di Kota Bandar Lampung. Lelaki Seks Lelaki muda sejumlah 144 orang yang dijadikan sampel dengan kriteria berusia 12 – 24 tahun, sudah melakukan hubungan seksual sejenis dan tinggal di Kota Bandar Lampung lebih dari 6 bulan. Jenis penelitian deskriptif dengan analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Didapatkan hasil lebih banyak dengan status HIV negative (96,5%), usia paling banyak 19 tahun (19,4%), tingkat pendidikan paling banyak SMA/sederajat 91 (63,2%), status marital paling banyak belum menikah 134 (93,1%), status pekerjaan sudah bekerja 92 (63,9%), pasangan seks paling banyak adalah wanita tetap (61,8%). Disarankan untuk intensif memberikan edukasi pencegahan HIV/AIDS dengan rumus ABCDE di semua sektor untuk komunitas LSL pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dan memberikan dukungan non materiil dalam membentuk konsep diri yang baik pada LSL. Kata kunci: Identitas diri, Lelaki seks lelaki, Status HIV/AIDS
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Sary, L., Kirana, O. N., & Hasbie, N. F. (2020). Identitas Diri dan Status HIV pada Lelaki Seks Lelaki Muda Di Kota Bandar Lampung. JURNAL DUNIA KESMAS, 9(2), 270–278. https://doi.org/10.33024/jdk.v9i2.3405